Oyen dan Kampong Jengkol : Lintasan Cerita antara Maya dan Nyata
Perhatian : edisi kali ini nyablaknya ilang 100%, jadi mohon dibaca dengan mata terbuka dan senyum yang menawan (jangan nyengir bin menyeringai seperti biasanyah), karena Oyen kali ini nulisnya gak sambil ndlosor dan ngupil seperti biasanyah (halah
).
Dunia maya tak asing lagi bagi seorang ‘Oyen’, karena sejak 3 tahun lalu saya sudah menikmati indahnya melanglang di jagad maya. Forum, menjadi media pertama yang membuat Oyen eksis menelorkan sekelumit ide dan saling berbagi dengan berbagai karakter manusia. Tercatat tak kurang dari 4 forum dan lebih dari 10 tred yang saya ikuti, dari kaskus, detikforum, plasaforum hingga yang terakhir farum lautanindonesia.com. Dari diskusi soal religi, politik, tokoh, bahasa, buku, film, musik, fiksi hingga olah raga.
Berdiskusi dengan banyak karakter manusia di sebuah forum tidak jarang kadang memunculkan friksi disana-sini, apalagi jika ada member yang kadang justru memperkeruh suasana dan tidak ada pengawalan ketat dari admin maupun moderatornya. Tapi hal itu justru membuat kita semakin bisa menjaga diri ketika berinteraksi di dunia maya, yang akhirnya membuat saya semakin selektif dan bisa memilah dan memilih mana tred yang benar-benar membuat kita nyaman dan enjoy di dalamnya.
Apakah tujuan bergabung di dalamnya untuk have fun? Buat saya ya, tapi itu sekitar 30% saja, sisanya tentu saja mengasah kepekaan berpikir kita dengan saling bertanya dan menjawab, dan tentu saja menjalin pertemanan. Dari forum lah, saya akhirnya menemukan beberapa sahabat yang istimewa, yang akhirnya menjadi kawan diskusi yang hebat di dunia nyata, bahkan beberapa akhirnya sudah seperti keluarga. Dan dari forum lah, nama dan karakter “Oyen dan Kampong Jengkol” lahir. Berawal dari rangkaian tulisan fan fiction di salah satu tred, akhirnya karakter Oyen saya angkat dalam sebuah “Blog”, setelah memutuskan hengkang sebagai forumer.
.
myoyen : sebuah nama, sebuah cerita
Tahun 2010, adalah tahun dimana “Oyen dan Kampong Jengkol” menajamkan eksistensinya, sekalipun pada awalnya “tidak pernah berniat” untuk menunjukkan diri. myoyen.wp.com tadinya saya buat hanya untuk mendokumentasikan beberapa tulisan yang tersebar di beberapa forum, dan tak berniat untuk diaktifkan sebagai “blogger tulen” dengan BW kesana kemari. Namun sambutan hangat (walaupun dari beberapa orang saja saat itu), membuat saya tak bisa “berdiam” dengan idealisme awal. Saya menikmati menulis tentang siapapun yang membuat myoyen menjadi istimewa, dengan beberapa postingan ‘dedicate’ atau sebuah link yang melukiskan betapa saya mencintai kalian semua, pemerhati setia myoyen.
Ngeblog sebagai myoyen sejak Mei 2010, saya seperti merasa sudah eksis bertahun-tahun, karena penerimaan para narablog yang luar biasa. Sepanjang 2010, bersama myoyen saya merasakan keindahan dunia maya yang sesungguhnya. Jujur, bukan karena kebanggaan oleh sebuah pujian ataupun sanjungan, namun lebih karena ukhuwah dan perhatian yang luar biasa dari para narablog yang lain. Sebuah kebanggaan buat Oyen yang telah diberi kepercayaan untuk ikut andil menulis di Ladang Jiwa, BlogCamp, MetaMARSphose, dan ramudeng. Berharap akan ada narablog lain yang menawarkan diri agar Oyen bisa meninggalkan sedikit jejak disana.
myoyen yang dihadapan kamu sekarang, tak sekedar “Kampong Jengkol”, tak sekedar “Tiga Dipa dan Pak Re Te”, tak sekedar “Mancung United dan Oyin”, tapi juga sebuah cerita tentang Kampong Tetangga yang luar biasa. Kampong Tetangga dari segala penjuru yang ternyata sering menjadi amunisi cerita luar biasa dalam bingkai “myoyen”. Karena buat saya, membuat orang lain tersenyum adalah hiburan terindah yang tak ada habisnya.
.
Oyen yang ‘tak sempurna’
Mungkin kebanyakan mengenal saya sebagai narablog yang di satu sisi serius tapi di sisi lain nyablak, tapi jujur, saya ingin kalian mengenal saya sebagai seorang ‘Oyen’. Seorang Oyen yang nyablak, seorang Oyen yang ngasal, seorang Oyen yang sotoy, dan seorang Oyen yang masih butuh banyak bimbingan dan nasehat disana-sini. Seorang narablog yang tidak sempurna, yang tidak butuh pujian, yang komentarnya jail dan usil, sehingga tak perlu lagi menganggap seorang t**i *dm*j* yang ‘seolah tampak’ luar biasa dengan postingannya dan komentarnya, padahal tak tahu apa-apa. Saya hanya ingin menunjukkan dunia yang penuh warna, “don’t judge the book by its cover”, dan jangan pernah paksa orang lain menjadi seperti yang kita mau, selama kita bisa menunjukkan bahwa keberadaan kita bermanfaat buat orang lain, maka biarlah Allah yang menilai kita seutuhnya.
Cerita ‘Oyen dan Kampong Jengkol’ juga belum begitu banyak menggali sisi kemanusiaan yang selalu ingin saya jadikan bahan renungan, belum banyak menonjolkan kisah keseharian yang sarat pesan, sehingga saya ingin pembaca tak hanya cengar-cengir ketika membaca, tapi juga bisa ikut berpikir. Itu yang belum mampu saya lakukan.
.
Oyen dan jagad nyata
Sepanjang 2010 juga Oyen menikmati ukhuwah dalam jagad nyata yang indah, tak kurang sudah 11 blogger dalam 3 bulan Oyen temui dengan suasana yang luar biasa. Jagad nyata yang sungguh membuat hati terpukau dengan segala sambutan hangatnya. Tak percaya? Simak pengakuan Oyen dari lubuk hati yang paling dalam….
Seorang gadis cantik nan puitis, nDa, yang baru saya kenal tak kurang dari 2 bulan mengajak kopdar lebaran, yang bahkan rela jika harus menyambangi kota saya. Sebuah ajakan yang di mata saya sangat berarti dan luar biasa, dan pantang untuk saya tolak. Tak cukup hanya itu, narablog sekaliber Kyaine pun akhirnya bersedia bergabung, seorang narablog yang saya kagumi karena tulisannya yang sarat hikmah. Ditambah seorang perempuan ayu, Mbak Anna yang sudah lama ingin saya temui, komplit sudah kebahagiaan saya saat itu. Pertemuan pertama yang akhirnya menjadi pembuka keakraban selanjutnya. Jika bukan karena bis Yogya-Semarang yang terbatas waktunya, ingin rasanya pertemuan itu terus berlanjut.
Seorang blogger kawakan pun pernah begitu membuat saya terharu, karena sengaja menyempatkan waktunya menyambangi kota saya, hanya untuk sebuah pertemuan yang tidak lebih dari 2 jam. Bahkan sebelumnya begitu tahu saya mau tugas luar, beliau sengaja menunda jadwal untuk bisa menyesuaikan dengan jadwal saya. Bagaimana mungkin saya tidak menyayangi Pak Dhe seperti ayah sendiri, karena perhatian Pak Dhe yang luar biasa. Dan tunggulah Pak Dhe, setiap saya ke Surabaya, maka Pak Dhe dan Bu Dhe adalah orang yang selalu masuk agenda untuk saya temui.
Dan akhirnya, saya juga berhasil menemui seorang Blogger spesial yang membuat myoyen begitu indah dengan sentuhan kreatifitasnya. Jika myoyen ini nyata, maka beliau pasti sudah berperan sebagai ‘babe’ nya Oyen, yang seringkali direpotkan oleh segala macam permintaan anaknya ini. Walaupun tanpa Oyen di Kampong Jengkol, tapi beliau selalu punya cara untuk membuat siapapun nyaman bertandang ke myoyen. Buat Oyen, Pak Mars adalah ayah, mertua, guru, sahabat, sekaligus juga musuh (mungkin Pak Mars lebih senang predikat yang terakhir).
Saya juga tidak menyangka, narablog ayu asal Samarinda berhasil saya temui. Malam-malam (bahkan baru saja sembuh dari sakitnya), beliau menyempatkan diri untuk menjemput saya dan mengajak saya berkeliling. Berada di kota lain serasa berada di kota sendiri, yang tidak membuat saya khawatir ketika berada bersamanya, sekalipun sempat nyasar ketika pulang. Mbak Akin akhirnya menjadi bagian dari keluarga saya di Samarinda, setelah Bapak dan Ibu Syahruddin.
Di Surabaya pula saya sempat bertemu dengan narablog senior, Pak Yayat. Sekalipun kami jarang berinteraksi, tapi sungguh bahagia karena ternyata Pak Yayat mengenal seorang Oyen. Terimakasih juga untuk Pak Dhe yang telah mempertemukan saya dengan Mbak Inge, narablog cantik dan seorang ibu rumah tangga muda yang luar biasa.
Jakarta, tempatnya banyak narablog hebat biasa berkumpul. Ah, seandainya banyak kesempatan, ingin rasanya menemui mereka semua. Pertama ke Jakarta sebagai blogger, saya hampir bertemu dengan Pak Didot, tapi akhirnya pertemuan itu tak terjadi karena satu dan lain hal. Dan akhirnya, pertemuan itu terjadi kemarin. Beliau seperti sebelumnya, selalu menyempatkan untuk mengunjungi saya. Pertemuan dengan diskusi yang luar biasa, yang harus terputus karena waktu. Buat Oyen, beliau adalah seorang kakak yang tak pernah lelah berbagi kebaikan.
Dan akhirnya, saya bertemu seorang Putri. Saya tidak menyangka begitu antusiasnya dengan kehadiran seorang Oyen, kadang saya sendiri berpikir “apa yang sudah dilakukan oleh seorang Oyen, sehingga seorang Putri begitu mengharapkan pertemuan ini”. Maka buat saya, Putri adalah salah satu sahabat terbaik Oyen, yang akan selalu mengiringi senyum dan tawanya, dan tentu saja, suka dan dukanya. Dan tahukah Putri, sampai sekarangpun Oyen masih terbayang senyum dan tawa Putri yang renyah itu, yang lebih manis dari seorang Cinderella sekalipun.
Wi3nd, seorang narablog ayu yang Oyen pikir tak mungkin bisa ditemui, bahkan oleh keluarga LJ sendiri. Tapi Subhanallah, demi Oyen mbakyu cantik itu akhirnya keluar dari persembunyiannya, menyediakan waktu khususnya untuk pertemuan itu. Yah, ternyata kopdar pertamanya setelah sekian tahun menjadi narablog, adalah dengan Oyen, cewek nyablak dari Kampong Jengkol ini. Mungkin Mbakyu nggak tahu, kalau Oyen juga sangat menantikan pertemuan ini, dan meletakkan cerita kita di sisi hati yang dalam. Cerita indah tentang persahabatan yang tak akan lapuk oleh waktu.
Dan rangkaian pertemuan itu, adalah salah satu pendukung yang luar biasa bagi seorang Oyen, salah satu sumber semangat buat Oyen untuk terus berkarya dan berbagi. Terimakasih.
.
Myoyen dan Oyen selanjutnya
Ingin yang lebih baik, tentu saja harapan setiap manusia. Saya sendiri tidak tahu, apakah ke depan myoyen akan terus eksis atau tidak. Kalaupun iya dan semoga iya, saya berharap myoyen ke depan penuh dengan postingan nyablak yang ‘gak asal’ nyablak, namun nyablak yang sarat pesan dan mampu membuka cakrawala berpikir kita tentang kehidupan, berharap menelorkan kisah Oyen yang kelak layak edar bahkan layak tayang (Amin), postingan dedicate yang menunjukkan banyaknya yang mencintai keberadaan myoyen, dengan komentar yang mengakrabkan tapi tetap tahu diri dengan ‘isi postingan’ (semoga). Dan satu lagi targetnya, semakin meningkatkan interaksi dengan terlibat lebih banyak sebagai penulis tamu, ataupun sesekali menyelenggarakan kuis-kuisan sekalipun geje dan gak mutu. Berharap memperluas jaringan bukan untuk menaikkan kunjungan ataupun trafik, tapi lebih ingin menjalin ukhuwah dan silaturahim yang lebih erat lagi.
Oyen juga berharap bisa bertemu dengan para narablog hebat yang lain (terutama yang ngakunya anti kopdar), yang tentu saja akan menjadi bagian dari keluarga besar Oyen selanjutnya. Yang terpenting adalah, keberadaan Oyen tidak hanya seperti ‘pengacau’ dan ‘tukang sampah’ di dunia maya, tapi juga mampu meninggalkan jejak kebaikan baik di dunia maya maupun nyata. Dan sesungguhnya, saya sering berharap mendapat input dari sahabat semua, untuk memberikan sumbangsih pemikiran untuk perbaikan myoyen ke depan, karena dukungan kalianlah mimpi dan harapan tinggal selangkah menjadi kenyataan. Karena tanpa kalian, Oyen dan myoyen bukanlah apa-apa.
***
Artikel ini disertakan dalam Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp
………….
Jenab : Akhirnya ikutan Yen?
Oyen : he eh, kontes kemaren udah absen, masak sekarang absen lagi, bisa-bisa Cak Ngaderi ngambek lagee

mba’ saya bacanya ndak pake nyengir… suer… erm… cuman pas narasi nya ajah saya nyengir… erm… satu lagi sama pas diakhirnya mba’ saya nyengir… suer cuman itu koq ^^
sukses yah mba’ dengan lombanya ^^
ocay,..
butuh keberanian besar untukku untuk keluar dari hutan dan menemuimu.
idelaismeku luluh sudah,ketika maya menjadi nyata.
tapi sangad menyenangkan ketika bisa mengalahkan rasa takut itu sendiri
jadi dirimu menantikan pertemuan itu yen?**tsaaahhh..tau getuh aku batalin dach
ocay :lopelopelope:
eMak bangga dan kagum sama Oyen
dahsyat pokoknyah..!
semua pertemuan yang indah itu
adalah hadiah untuk seseorang yang luar biasa.
oya Oyen dah ngewakilin ikutan KUMAT
berarti eMak gak usah ikut lagi..
oyennn *pletuk* .. kalo baca tulisan oyen yang ini.. kelihatan sekali wanita karier nya
cieeee..
Yen, kapan2 nulislah dng gaya dan rasa bahasa spt di atas itu di Padeblogan
Hag… Hag… Hag…
Lagi sedelo vakum kok lali rumuse.
Tapi akhire bisa.
Mbukak catetane sopo?
Hag… Hag… Hag…
Nitip iklan sisan.

koq nama saya disebut mbak …
akhirnya ikutan kontes juga yen
Sukses ya Bu Guru!
I luv u, Yen….
Muach-muach 99x
Inti postingannya ada pada huruf terakhir
Jujur, saya cinta Oyen sepenuhnya lewat tulisan ini… mmuahh,,,
Oyen, ini tulisan yang luar biasa, justru menurut saya, ini Oyen banget.
maaf kalo saya sempet berfikir, ah oyen itu kok terlalu tengil sih, tapi ternyata, dirimu sungguh dewasa, haiyah,,, heheh…
i lop U oyen..
nice to know U..
moga sukses di kontes ini n di hidup nyatanya..
salam buat pak RT, lhoh, hehehe…
Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.M.A.T – Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.
Akan dicatat sebagai peserta
Salam hangat dari Markas Blogcamp di Surabaya
Tugas telah mengantar saya kesini sekaligus melakukan penilaian artikel KUMAT.
Artikelnya sudah dicatat di Buku Besar Yuri KUMAT
Salam hangat dan sukses selalu.
enak lagunya….
semoga menang yah…
Pertama kaliiiii
Berkunjung kerumah oyen
Bukan kerumah ini,,tapi kerumah satunya lagi,,,
Suka sama tulisannya dan sempat berpikir kalau oyen adalah seorang yang ekslusif
Perjalanan akhirnya membuat saya terdampar ke kampung jengkol,,,
Walaupun awal-awal gak ngerti ama komunitas oyen,,
Tapi saya suka,, selalu ada makna di setiap tulisan oyen,,bukan cuma tulisan lucu-lucu biasa
Bukan cuma tulisan gak jelas yang hadir buat lucu-lucuan
Tapi oyen bisa kasih nasihat,,selalu ada pesan di setiap cerita oyen (^_^)
Waktu diajak oyen kopdar sempat takut,,, takut gak bisa beradaptasi dengan baik,,
Tapi oyen baik banget dan menerima saya apa adanya,,
Makasih ya say,,
Buat diskusinya
Buat kopdarnya
Buat panggilan ncing momonnya
Ha ha ha ha
Cuma oyen doang yang panggil ntu
aku selalu mengagumi Mbak Oyen, baik sebagai t**i *dm** maupun sebagai oyen dr kampong jengkol……..
tulisannya memang terkesan nyablak, namun aku selalu menemukan hikmah dr tiap tulisan disini.
Semoga selalu sukses di dunia nyata dan dunia maya ,Mbak Oyen
semoga sukses diacaranya BlogCamp ini .
love u…..n hugz…………..
salam
Gak habis deh kagum saya pada blog ini dan juga penulisnya, mantap mantap postingannya euy. Eh, semoga sukses ya buat kontesnya.
Salam saya.. .
Yen …
Ekstraknya sudah diminum atau belum diminum saya tidak peduli …
Tidak peduli kamu ini sedang becanda atau sedang serius
yang jelas …
Saya suka tulisan ini …
Salam saya
lagi pada rame ikutan KUMAT..
aku juga ga boLeh ketinggaLan..
tunggu tanggaL mainnya…
sebutir mutiara walaupun berusaha membungkus dirinya dengan plastik berwarna, tetaplah mutiara.. Semoga sukses mbak..
:kagum:
Artikelnya keren banget Buuk..
good… aq suka dg postingan yg ini…
Pagi Mbak Oyen, heheheheh… salam dulu ah ke senior
Baca artikel ini jadi lebih kenal dengan Mbak Oyen… plus ngerti…hehhhehee…
Moga sukses lombanya mbak, saya juga mau ikutan ah…
bergaya beda toh postingan kali ini?
tak apa oyen…
aku dukung…
diriku juga pengen ikutan KUMAT…
perlu berpikir terlebih dulu untuk bikin postingan KUMAT
biar bisa masuk kriteria
lhoo kalau tulisan seperti ini saya rasa Oyen lagi KUMAT WARASE
Saya sampek pangling dengan oyen yang biasanya kqkkkqq
tumben nih gak dibalesin komen2nya..
oyen.. kamu kemana niiii?
tak biasa bagi seorang Msoyen kali ini… apik tenan tulisannya, dijamin saya gak bakal nyengir deh
“Bagi Oyen, Pak Mars adalah mertua ….” Hmm, sambil menebak-nebak, kayaknya akan ada ‘lamaran’ di dunia maya
Salut, mbak Oyen, belum satu tahun punya blog ini tapi bnr-bnr sudah eksis. Jangan menghilang tahun depan, mbak, kan belum bertemu dengan diriku hi..hi..
kujungan pertama nih
salam kenal ya oyen..
baca postingan ini,lucu,bener2 nyablak,hehhe..
gayanya oyen kale ya..
sukses deh kontesnya…
biografi nih oyen, panjang….sukses terus ya…
Nonton Danau
Berharap kelak bisa silaturrahmi dg seorang Oyen di dunia nyata, bukan mimpi.
Saya sendiri menempatkan silaturrahmi sebagai tujuan utama ngeblog, sambil berusaha mencuri ilmu dari para narablog termasuk Oyen, karena memang saya belum punya apa2 untuk dibagi.
xixixi nama saya disebut-sebut sama Oyen .. betapa bangganya
Senang juga saya ketemu dan bisa kenal Oyen …
maaf baru hadir ya
Selamat sukses buat Oyen di Kamp Jeng
mbak aku salah satu fansmu loh..coba aku di indo or mba disini dah tak samperin deh..hehe…semoga moyen tetap eksis keberadaannya di dunia maya
Semoga menang dan sukses selalu.
muhasabah… semoga tahun besok bisa lebih baiki lagi
sekarang KJ lagi liburan tahun baru yah?:)
serius deh… benar – benar terpaku membaca tulisan ini..
baru beberapa kali baca tulisan oyen, tapi pas baca bagian ini,
senyam – senyum sendiri, ngebayangin sosok oyen rapih jali nulis begini
hihihihihihi…
semoga tahun 2011 makin jaya yah Yen…