Skip to content

Ngikut Menyemai Cinta

17/06/2013

Hadeh? Judulnya rada-rada aneh untuk Blog sekelas Kampong Jengkol yang biasanya semrawut kayak benang kusyut. Tapi gak apalah, demi sebuah givewey, maklum Kampong Jengkol lagi keranjingan givewey (kate eMak : gak apa-apa Ummi, mumpung masi punyak Blog… hag hag hag).

Episode 1

Baiklah, ini cerita tentang Abi dan Ummi Oyen, yang telah melahirkan sosok secantik dedek Fira. Sebelum menikah, Abi hanyalah pedagang serabutan yang tidak setiap saat berjualan. Jadi Ummi Oyen ingat betul bagaimana waktu-waktu longgar yang sering dihabiskan Abi saat tidak berjualan. Silaturahim ke keluarga dan rekan tanpa henti, menghabiskan waktu di masjid dan memasak bersama di rumah. Namun, setelah kelahiran dedek Fira, kini kesibukan Abi bertambah. Dagangannya semakin laris, barangnya semakin beragam, dan pelanggannya semakin banyak. Maka waktu yang Abi habiskan untuk berjualan tentu lebih banyak dibandingkan dulu sebelum dedek Fira lahir. Sekarang berjualan hampir setiap hari, bahkan Sabtu dan Minggu, walaupun hari Minggu hanya mengantar pesanan saja. Berangkat pagi dan pulang seringnya lewat Maghrib baru sampai rumah. Dan karena biasanya ba’da Maghrib dedek Fira sudah tertidur pulas sampai pagi, maka Abi sering melewatkan waktu bercengkerama dengan dedek Fira.

.
Ummi sendiri tidak mempermasalahkan jika Abi semakin sibuk dan gigih bekerja keras. Ummi juga tak pernah mempermasalahkan jika sekarang tak sempat lagi ikut memandikan dedek Fira, tak sempat lagi memasakkan Ummi nasi goreng, atau tak sempat lagi sekedar membantu mencuci piring kotor dan mengepel lantai. Toh, tetap saja kewajiban itu melekat pada Ummi. Namun ada satu hal yang selalu Ummi ingat di setiap nasihat pernikahan, jangan sampai kesibukan kita di dunia melalaikan untuk mendekat dan mengharap Cinta-Nya. Ya, tugas Ummi lah untuk mengingatkan itu semua, termasuk ketika Abi sempat mengingatkan Ummi dengan kata-kata bijaknya. Maha benar Allah yang meletakkan kesholehan sebagai pintu pembuka pernikahan, karena hanya itulah wasilah yang akan menghindarkan diri dan keluarga dari api neraka. Jika pernikahan adalah separuh dien, maka setengahnya lagi adalah takwa. Dan jika salah satu lalai dalam menyemai cinta kepada-Nya, maka satu yang lain wajib mengingatkannya.

.
Maka pada suatu kali, Ummi sampaikan kepada Abi,
“Bi, Alhamdulillah ya, usaha Abi semakin lancar, rizkiNya juga semakin dibukakan dan dimudahkan”
“Iya Mi, Alhamdulillah, kayaknya kok semakin menikmati kerjaan ini Mi” sahut Abi
“Tapi, Ummi jarang denger Abi adzan lagi, Ummi gak lagi dengar lantunan mushaf setelah Maghrib di rumah, sholat malam juga sering telat dan terlewat, padahal Ummi dan dedek Fira kan pengen pergi ke masjid bareng-bareng sama Abi, sekalipun Maghrib saja. Soalnya abis Maghrib dedek Fira biasanya uda tidur”
“Iya Mi, habisnya sekarang Abi muternya jauh-jauh, sayang kalo dilewatkan, lumayan lho Mi” sahut Abi
“Bi, boleh tidak Ummi minta dua kali seminggu Abi pulang sore, trus ajak dedek Fira ke mesjid bareng, ya Bi” biasalah sambil merajuk… xixixixi…
“Ya..” xixixi… kalo sudah merajuk si Abi jawabnya pasti ‘ya’… :p

.
***

Maka Abi pun memenuhi keinginan Ummi. Suatu kali Abi pulang sore, dan seperti rencana awal, dedek Fira pun ikut sholat jamaah di masjid. Sudah pasti lah, dedek Fira seneng banget, dan sekarang tiap Abi pulang pasti selalu nempel dan bilang, “deyek… endong”.
Suatu kali si Abi bilang ke Ummi,
“Sejak sering ikut Abi ke mesjid, dedek Fira semangat ngaji Mi. dulu kan kalo diajak ngaji malah main terus, sekarang seneng banget, apalagi banyak temennya” xixixi.. si Ummi ikut senang dong.
“Mulai besok Abi usahakan pulang sebelum Maghrib Mi, biar bisa ajak dedek Fira ke mesjid, mau?” tanya Abi ke si cantik dedek Fira, dan jawabnya,

“manyuuuu…” xixixixixi…
Dan malahan gak cuman Maghrib saja, kalo dedek Fira belum tidur, Isya’ pun diajak Abi ke mesjid. Karena begitu denger adzan, tangan Abi bakalan ditarik-tarik sambil bilang, “toyat…toyat…”. Alhamdulillah ya Allah, jadikan kami tidak pernah lalai untuk terus menyemai cinta kepada-Mu.

.
Episode 2

.
Kalo cerita diatas Ummi yang mengingatkan Abi, maka cerita berikutnya, Abi lah yang mengingatkan Ummi. Mungkin karena Ummi merasa punya penghasilan sendiri, kadangkala Ummi tidak pikir panjang untuk membeli barang-barang dengan harga yang mahal untuk ukuran Abi, sekalipun mungkin bagi orang kebanyakan masih dianggap murah.
Suatu kali saat melihat-lihat baju koko di salah satu gerai busana muslim, Abi nyeletuk,

“Merk **r**n** bagus ya Mi, bahannya halus, adem lagi kainnya” kata Abi
“Abi mau? Beli saja satu, Ummi ada uang kok” kata Ummi. Lalu dilihatlah banderol harganya sama Abi, katanya,
“Enggak ah, masak infak dakwah cuman seratus, bajunya harganya 200an, malu ah sama Allah” Glek! Abi benar. Sebaiknya Ummi mulai sekarang mulai hitung-hitungan infak, jangan sampai belanja diluar kebutuhan melebihi nilai infaknya, malu sama Allah… Makasi Bi, uda ngingetin Ummi🙂
***
Semoga ya Allah, adanya Abi adalah pengingat bagi Ummi, adanya Ummi pengingat bagi Abi, dan adanya dedek Fira menjadi pengingat bagi Abi dan Ummi. Pengingat untuk selalu menyemai cinta kepada-Mu. Aamiinn…😛

akrab

akrab banget sama Abi🙂

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Menyemai Cinta

12 Comments leave one →
  1. 17/06/2013 17:33

    Subhanallah, aby dan umi begitu beriringan dalam menjaga amal ibadah. Saling menasehati dalam menjaga keimanan. Sebuah kerja sama yang indah karena selalu menyertakan Allah di dalamnya.

    Terima kasih partisipasinya Oyen, sudah tercatat sebagai peserta.

    • 19/06/2013 14:00

      makasi bun, semoga kerjasama ini terus berlangsung karenaNya.. aamiin🙂

  2. 17/06/2013 18:00

    Luar biasa Ummi, sepadan dijadikanNYA saling mengingatkan. Trim tuk teladan persemaian cinta Agung.
    Ada mekanik cilik sedang beraksi. …

  3. 17/06/2013 18:45

    besok maghrib janjian ketemu dd fira di mesjid, ah..

    • 19/06/2013 14:02

      ya, jangan pake selubung hitam ya Mak, entar dedek Fira girap-girap😛

  4. 18/06/2013 09:34

    rezeki dari menikah pasti ada ya mbak

  5. 18/06/2013 14:35

    Subhanalloh, saling mengingatkan kuncinya. Terima aksih banyak, aku jadi tambah pengetahuan (sekolah kehidupan).

    Dedek Fira cantik, toyat yuk toyaaat.

    Salam
    Astin

  6. 24/06/2013 08:16

    wew,
    suatu saat, pengen rasanya ada dalam suasana seperti ini…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: