Skip to content

Fira SD (2) : Kata Bu Guru

04/10/2018

Pernah jadi guru? Saya pernah. Jujur, mengawal anak-anak sangat menyenangkan ketika mereka cenderung ‘nurut’ dan mudah menyerap pelajaran. Namun ketika ada sebagian mereka yang ‘over’ atau memiliki tingkat ‘nyeleneh’ yang cukup banyak, seperti sering gaduh di kelas, kurang fokus, sulit mencerna pelajaran, cenderung ‘sak karepe dewe’, tentu harus siap dengan kesabaran ekstra, yang pasti butuh energi dan pemikiran lebih. Repotnya lagi, sistem sekarang menyebabkan seorang guru harus super sendiri bergulat dengan puluhan anak-anak, dengan tuntutan yang kadang-kadang ‘berlebih’. Misalnya, ketika guru kelas 1 SD dituntut untuk bisa ngajari anak-anak membaca, padahal sebagian anak-anak belum memiliki atau belum cukup umur untuk memiliki kemampuan tersebut. Misalnya pula, tuntutan kurikulum yang mentargetkan anak-anak jaman sekarang, sekelas anak SD, harus lebih mandiri menyerap informasi diluar sekolah. Menjadi problem ketika daya dukung anak diluar sekolah sangat kurang. Orang tua yang tidak perhatian atau tidak memiliki kemampuan, hiburan baik gadget maupun televisi yang over diberikan dan abainya lingkungan sekitar dimana anak-anak itu tinggal. Ini saya belum bicara para guru di daerah tertinggal hlo yaaa…. yang persoalannya bisa lebih kompleks lagi…

Latar belakang inilah, yang membuat saya, sebagai orangtua, harus bisa memposisikan menjadi partner bagi gurunya Fira. Sebuah kesalahan, jika tuntutan yang tinggi pada anak-anak, kita serahkan secara total pada pihak sekolah, padahal jelas, tanggungjawab utama ada ditangan kita, orangtuanya. Saya harus mengupayakan agar Fira memiliki sikap yang baik di sekolah, terlebih pada para gurunya, selain pada teman-temannya. Saya juga wajib mengupayakan, agar apa yang diajarkan gurunya, saya tahu dan memastikan Fira memahaminya. Saya juga harus menyiapkan segala daya dukung dirumah, agar berimbas pada kesiapan Fira menerima pelajaran di sekolah.

Komunikasi dengan para guru menjadi hal yang mutlak. Tidak hanya saat pertemuan rapat. Tanyakan kepada para guru, bagaimana sikap anak kita di sekolah, dengan teman-teman, di kelas, dengan guru-gurunya, dengan peraturan yang ada, dan lainnya. Kita tidak perlu mengharap jawaban yang memuaskan, yang penting adalah jawaban yang jujur. Jika anak kita berkata kasar misalnya, ya itu jadi PR ortunya dirumah. Atau susah diatur misalnya, itu juga menjadi hal yang perlu diselesaikan dirumah.

Alhamdulillah, saya lebih banyak mendapat ‘laporan’ yang positif soal Fira. Seperti mudah nangkep pelajaran, tenang di kelas, dapat mengerjakan sesuai arahan, komunikatif dan disiplin. Sekalipun kadang masih rada lamban untuk menterjemahkan informasi dari sekolah ke rumah. Misal kadang Fira gak ngeh kalo besok itu libur, tahu-tahu berangkat tidak ada orang. Atau pernah gak ngeh kalo test gak pake seragam olahraga, akhirnya pulang balik ganti seragam. Pernah juga lapor ke Ummi ditegur Bu Guru, gara-gara bawa bekal ind*mi* goreng kesukaannya, kata Ummi, “Tuuu…kan, emang nggak baik Mbak Fira kebanyakan Mi Instan, besok-besok nasi lauk sayur saja yaaa”… xixixixi…

Yup, saya sepakat, bahwa menyekolahkan anak tidak sekedar anak ini ‘pengen’ saja, atau yang penting saya bisa bayar mahal, tapi kita harus memastikan kesiapannya. Karena kita tidak sekedar bicara anak kita, tapi juga bicara tentang para guru yang menanganinya dan tentang teman-temannya dengan beragam latar belakangnya. Semoga, kepedulian kita dengan membantu peran para guru, dan kepedulian kita untuk menyiapkan anak-anak kita menjadi teman yang baik untuk anak-anak yang lain, menjadi bagian amal sholeh yang bernilai pahala….aamiin…

Tentu saja, berupaya berjamaah agar hadir sistem yang lebih baik yang mendukung perkembangan generasi dengan optimal…sistem yang mendukung peran orang tua, baik ayah maupun ibu, sistem yang mendukung terselenggaranya pendidikan yang melahirkan generasi berkepribadian Islam yang tangguh, dan sistem yang menjaga tatanan sosial dari bahaya sekulerisme dan liberalisme yang menghancurkan seluruh sendi kehidupan…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: