Skip to content

Kelapa Kopyor

20/09/2019

Ini bibit kelapa kopyor. Umur sekitar 5 bulan. Kok di dalam tabung? Iya, soalnya gak bisa ditanam konvensional. Endosperm nya hancur (kopyor), jadi tidak bisa menopang tumbuhnya embrio. Maka akhirnya harus di kultur, dengan teknik embryo rescue (embrionya diambil, ditanam dalam media khusus). Media nya juga sangat spesifik. Tidak sembarangan. Para peneliti harus berjuang hingga menemukan formulasi khusus hingga embrio benar-benar bisa tumbuh normal seperti kelapa biasa. Bagaimana dengan pembibitan konvensional? Para petani biasanya mengambil buah yang tidak kopyor dalam pohon yang terdapat kelapa kopyor di dalamnya. Harapannya, sekalipun yang ditanam tidak kopyor, tapi ada peluang kelak berbuah  kopyor karena  diambil dari pohon yang ada kelapa kopyornya. Bisa? Bisa. Hanya persentase buah yang kopyor rendah. Kurang dari 40%. Jika dikultur, sudah pasti embrio diambil hanya dari buah yang kopyor. Persentasenya diatas 90%. Kami sudah membuktikannya.

Kelapa kopyor itu unik. Butuh media khusus dengan teknik kultur jaringan untuk bisa tumbuh. Jika tidak, kalo nggak abnormal (kerdil, bengkak, gak mau berakar, gak mau bertunas), ya mati. Maha Besar Allah yang menganugerahi manusia akal hingga bisa digunakan untuk memikirkan bagaimana upaya menyelamatkan embrionya. Hampir seperti manusia mengupayakan program bayi tabung. Karena pada kondisi khusus, bisa jadi beberapa perempuan kesulitan memiliki anak dengan jalan normal.

Begitulah jalan panjang proses meneliti. Menemukan akar persoalan, merumuskan tujuan, metode, teknis hingga ketemu solusi yang paling tepat. Jika formulasi sudah teruji, maka layaklah dipublikasikan & disosialisasikan di berbagai forum. Berbagai penemuan terkait bisa didiskusikan, untuk selanjutnya dilakukan penyempurnaan. Tentu saja, hanya bersama kalangan yang kompeten di bidangnya.

Apalagi tentang pemikiran Islam. Tentu, harus dikupas dari landasan utamanya, akidah Islam. Termasuk tentang Khilafah. Pahami bersama orang yang paham tentang fiqh pemerintahan Islam. Diskusikan dari normatif, empiris & historis. Pahami akar persoalan, metode, hingga teknis. Ketika ajarannya tak ada keraguan, maka mendakwahkannya adalah kewajiban. Dakwah adalh menyeru, bukan memaksa. Perubahan adalah buah kesadaran, bukan paksaan. Dan apa yang kami lakukan, hanya berdakwah. Ketika dakwah ini diterima & membentuk kesadaran, wajar kan jika semakin banyak yang mendukung? Dan dakwah tak bisa dihentikan, seberapapun represifnya anda menentang. Itu sunatullah. Kebenaran akan selalu menemukan jalannya untuk menang.

*Kesimpulannya, soal Khilafah, saranku, ojok gampang precoyo karo Wiranto !
*Kopyor kok nyambung dakwah, yo wis ben!

69898203_1351700948318147_6899362247986905088_n

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: