Skip to content

Setapak (1)

20/09/2019

Tiap hari menelusuri jalan ini. Kebon jati di kanan, kebon sengon di kiri. Sebelum kebon ada kuburan. Sebelum kuburan ada kebon bambu, tapi sekarang sebagian sudah jadi rumah. Lagi dibangun. Tapi jangan dikira sepi. Hampir tiap hari ada yang nyekar & bersih-bersih kuburan. Apalagi samping kuburan ada bak tampungan air besar yang sering dipake rame-rame. Jadi biasanya ada yang nyuci motor atau nyiram tanaman dari situ. Dekat rumah kontrakan ada sungai kecil yang sekarang surut airnya karena kemarau. Lalu jalan aspal & kelokan gang kecil yang tersambung ke setapak ini.

Ada dua jalan setapak sebenarnya. Yang satu lewat sawah, satu lagi lewat sini. Cuma saya lebih suka lewat sini, karena lebih adem. Apalagi pas kanopinya masih penuh. Sekarang daunnya banyak gugur, karena kemarau.

Diujung jalan ini kantor Balitgetas sudah keliatan. Tinggal nyebrang. Kalo Fira & Isam pas gak ikut yo saya jalan sendirian. Gak horor po? Ogak lah. Ning foto ketoke sepi, asline yo rame penuh kemresek daun jati kering yag keinjek sepatu. Kalo sayup-sayup denger kedombrangan bunyi ojok mikir sing aneh-aneh. Opomaneh mbayangke cerito horor ala KKN Penari. Kui biasane nom-noman kampung sebelah lagi latihan drum blek. Kadang malem-malem, & kedengeran dalam radius sekian km jauhnya. Etapi nek malem lewat sinih? Hayo horak. Peteng ndedet. Gak onok lampu. Nek malem lewat jalan satunya, & mesti karo Abi lah, plus ngapit duo Firdaus. Semotor berempat. Anget koyok wedang ronde gkgkgk….

Entah berapa ribu langkah lagi saya bakal dikasi kesempatan Allah untuk melewati jalan ini. Jangan-jangan, besok gak lagi? Umur siapa tahu to?!

Maka syukurilah setiap langkah. Dan jadikan langkah kita semakin baik setiap harinya. Merenung, pasca wafatnya salah satu (atau mungkin baru beliau?) ilmuwan hebat Republik ini. Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Ilmuwan luar biasa yang tidak mudah menelorkannya lagi. Kehilangan yang didoakan banyak orang, & meninggalkan ilmu manfaat yang luar biasa. Semoga menjadi bagian amal Beliau yang tak putus. Aamiin.
……

Jalan Setapak. Bada Duhur. 12/9/19. Saat musim kemarau. Saat daun kering jadi saksi, tak ada satupun yang luput dari ketetapanNya…..

69858612_1350090188479223_8429480845818986496_n

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: