Skip to content

Setapak (3)

20/09/2019

Samping kebon jati persis ada hamparan sawah. Berlatar belakang gunung Merbabu & Merapi. Sisi kanan sawah ada kebon karet, punyak kantor. Saya hampir selalu ngeliat Mbah Tani (bukan Pak/Buk tani,soale wes sepuh) lagi tanam & panen. Hawong sawahnya di depan gerbang kantor persis. Salah sekian sawah yang tersisa di sepanjang tepi Jl. Pattimura. Menuju arah Salatiga, sebagian sudah beralih fungsi jadi ruko/perumahan.

Ada beberapa Mbah Tani yang rumahnya di daerah Suruh sana. Sekian puluh km dari Salatiga. Masih ‘sregep’ nggarap sawah. Cuman tergambar capeknya, karena kadang seharian sampe sore. Pernah saya seangkot sama Mbahnya, pengen diantar Pak Sopir sampe rumahnya tapi nambah ongkos. Akhire gak sido goro-goro Pak Sopir minta lebih 5 ribu dari tawaran simbah. Bagi orang kayak mereka, paut 5 ribu aja di eman-eman. Mending buat beli minyak goreng opo sabun. Tapi jika panen kasil & harga bagus, capeknya terbayar sudah.

Bukan sekali dua kali saya dengar keluhan buruh tani. Hawong Mbahnya Fira juga tani. Keluarga Bapak di Delanggu juga tani. Gagal panen kadangkala menghiasi cerita mereka. Gak ada air, hama tikus & wereng seringkali jadi pemicu. Padahal usahanya gak tanggung-tanggung. Mesti ronda air malem-malem, kadang direwangi rebutan. Semprot ini itu. Tapi yo gak mesti kasil.

Tauk kenapa rata-rata anak-anak mereka gak nerusin? Hya karena nyawah itu hasilnya gak pasti. Mending kerja pabrik. Jelas bulanannya. Itulah makanya banyak sawah yang akhirnya dijual. Ahli warisnya gak mau ngelola. Ditambah harga jual tanahnya menggiurkan. Kalo Mbahe Fira, sawahe dijual buat biaya kuliah anaknya. Jaman saiki, kuliah larang. Eman-eman nek dadi mahasiswa gak peduli sekitar, mung goro-goro diwedeni opini ‘radikalisme’.

Mbah Tani, cermin slogan kerja kerja kerja. Tak paham kok harga tak jua berpihak? Tak paham kok air yang vital buat tanaman sampe susahnya minta ampun? Padahal disana gunung disini gunung. Gak ngerti, kok mereka masih diminta kerja hingga 28 jam sehari?

Akhirnya, kaum muda sok milenial berpikir koyone lebih enak jadi politisi (abal-abal) opo yutuber kan? Yang penting gak radikal to?!

70658041_1355920657896176_1224611625537896448_n

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: